Langsung ke konten utama

catatan kuliah 1 Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Alamiah dan Makluk Sosial

Nama : Isra Shafira Amyani
NIM   : 1614041005

Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Alamiah dan Makluk Sosial

       Manusia adalah makhluk yang bisa dididik (animal educable) dan butuh dididik (animal educandum), berbeda dengan hewan. Hewan tidak bisa dididik tapi hanya bisa dilatih melalui proses pembiasaan. Memahami manusia juga butuh pendidikan dan manusia bermakna kosong apabila tidak memiliki jati diri. Tujuan manusia dididik agar bisa menjadi manusia (manusia yang dimanusiakan), maksudnya agar manusia bisa memahami hakikatnya sebagai manusia.
§  Perbedaan manusia dan hewan
Hewan=> tidak berakal, bertindak menurut insting, tidak mengenal etika.
Manusia => berakal, berilmu, didik, tidak berdaya sama sekali saat dilahirkan, makhluk biologis, potensi yang akan berkembang, memiliki etika, estetika dan agama.

       Manusia=> manu (sansekerta)
                            "mens" (latin) yang artinya berfikir, berakal budi/homo (sapiens)                                                   yang berarti manusia.
§  Wujud Sifat Hakikat Manusia
1.      Proses perenungan untuk kemampuan menyadari diri  (internalisasi)
2.      Kemampuan bereksistensi, selalu ingin menunjukkan kejatidiriannya.
3.      Memiliki kata hati. Kata hati tidak pernah berbohong dan tidak semua orang mengikuti kata hati. 
4.      Memiliki moral. Ketika manusia tidak bermoral sesungguhnya dia tidak mengadakan dirinya (menghadirkan dirinya). Manusia dalam hidupnya hanyalah proses menjadi tetapi tidak pernah menjadi, proses yang tidak akan berakhir menuju sebuah titik kesempurnaan, karena kesempurnaan hanyalah milik sang pencipta.
5.      Kemampuan bertanggung jawab. Keika manusia mengetahui hakekatnya maka manusia dapat bertanggung jawab.
6.      Memiliki rasa kebebasan. Sejatinya manusia tercipta untuk bebas. Pertanyaannya sampai dimana batas sebuah kebebasan? yang menginginkan kebebasan bukan hanya kita seorang, maka batas kebebasan adalah ketika kebebasan sudah masuk pada batas kebebasan orang lain. Karena dibalik kebebasan kita ada kebebasan orang lain pula.
7.      Melaksanakan kewajiban dan menyadari hak.
8.      Kemampuan menghayati kebahagiaan. Kebahagian bukan hanya memperoleh  ketenangan.

§  Struktur kepribadian Manusia
Id                     : potensi yang dibawa sejak lahir bertujuan untuk  menggerakkan  dirinya untuk memenuhi kebutuhannya.
Ego                  : keinginan untuk memenuhi kebutuhan atau kesenangan
Super ego        : pengontrol atau pengawas

Pandangan neoanalitik: mengakui adanya id, ego, dan super ego.
Pandangan humanistik: manusia yang cenderung mampu membaca nilai-nilai aturan menghargai      hakikat orang lain. Menanggapi seperti sebagaimana dia yang menghadapinya.
Pandangan behavioristik: pandangan perilaku manusia yang selalu dihadapkan oleh pertanyaan, mengapa prilaku itu muncul (perubahan tingkah laku).

§  Manusia sebagai Makhluk Sosial dalam berinteraksi ada dimensi penilaiannya
·         Homo Sapiens : manusia yang bijaksana
·         Animal rationale: manusia yang bernalar
·         Homo luden: manusia yang butuh hiburan
·         Homo faber 
·         Animal sosiale: manusia yang berinteraksi dengan manusia lain
·         Animal simbolicum : manusia yang peka dengan lingkungan
·         Animal educandum: manusia yang butuh pendidikan
·         Animal eduicabile : manusia yang butuh dididik

Dari materi ini dapat saya petik pelajaran yang jarang saya pikirkan seperti; siapa saya, sebenarnya untuk apa saya hidup, bagaimana saya harus hidup,dll. Dan benar yang bapak katakan bahwa belajar filsafat itu tidaklah linear, ketika kita belajar filsafat maka kembali lagi kepada diri kita dan Sang Pencipta. Ketika manusia menyadari bahwa asal mula dan tujuan hidup maka pernyataan itu merujuk pada keberadaan Tuhan. Dalam agama islam, manusia meyakini bahwa ia berasal dari Allah SWT dan nantinya akan kembali kepada-Nya juga.
Saya setuju bahwa manusia amoral itu sebenarnya tidak mengadakan dirinya (menghadirkan dirinya) dia hanya ada tapi tidak meng-ada, maksudnya ia belum memahami hakikatnya sebagai manusia maka dari itu dengan pendidikan manusia dapat menemukan jalan untuk mengemban potensi-potensinya dengan baik dan semakin menjadi diri sendiri sebagai manusia yang manusiawi
Dari pemaparan materi tersebut kita juga memahami bahwa sebagai makhluk yang dibekali dengan berbagai kelebihan jika dibandingan denagn makhluk lain, sudah sepatutnya manusia mensyukuri anugrah tersebut.



                

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ringkasan HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN PENDIDIKAN

NAMA   : Nur Reski Fadila NIM       : 1614040013 KELAS  : Pendidikan Biologi A HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN PENDIDIKAN        Filsafat dan pendidikan merupakan dua hal yang tak dipisahkan ·          Filsafat membahas segala sesuatu termasuk fenomena pendidikan ·          Cabang filsafat yang khusus membahas pendidikan adalah filsafat pendidikan Pengertian filsafat pendidikan Filsafat ( kata majemuk : philia, cinta, kebijaksanaan, dan shopia ) = harafiahnya adalah seseorang “pencinta kebijaksanaan“. Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan   dan pemikiran manusia secara kritis dan mendasar. Untuk studi falsafi mutlak diperlukan langka berfikir dan logika bahasa. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling dalam sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan sika...

PERENIALISME..//nurul maulindah

Nama : Nurul Maulindah Nim : 1614040025 Kelas : Pendidikan Biologi A “RESUME PERENIALISME” Perenialisme berasal dan kata perenial yang diartikan sebagai continuing througbout the whole year atau lasting for a very long time (abadi atau kekal dan dapat berarti pula tiada akhir. Esensi kepercayaan filsafat perenialisme adalah berpegang pada nilai-nilai atau norma-norma yang bersifat abadi. Filsafasat pendidikan Perenialisme mengemukakan bahwa situasi dunia saat ini penuh dengan   kekacauan dan ketidak pastian,dan ketidak teraturan terutama dalam tatanan kehidupan moral,intelektual,dan sosio kultural,untuk memperbaiki keadaan ini dengan kembali kepada nilai nilai atau prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kuat pada zaman dulu abad pertengahan (Perealisme membicarakan tentang nilai kebenaran,nilai ini sudah ada pada setiap budaya yang ada pada masyarakat). ·                ...

Catatan kuliah 4 (Aliran Esensialisme Dalam Pendidikan)

Isra Shafira Amyani NIM : 1614041005 Pend. Biologi A Aliran Esensialisme Dalam Pendidikan Pengertian Esensialisme               Secara etimologi esensialisme berasal dari bahasa Inggris yakni   essential   (inti atau pokok dari sesuatu), dan   isme   berarti aliran, mazhab atau paham .   Menurut Brameld bahwa esensialisme ialah aliran yang lahir dari perkawinan dua aliran dalam filsafat yakni idealism dan realism.   Sedangkan menurut Kamus Bahasa Indonesia Kata esensialisme terdiri dari dua kata yaitu   esensi   berarti hakiakat, inti, dasar. Dan ditambahkan menjadi   esensial   yang berarti sangat perlu, sangat berpengaruh. Esensialisme didasari atas pandangan humanisme yang merupakan reaksi terhadap hidup yang mengarah pada keduniawian, serba ilmiah dan materialistik. Selain itu juga diwarnai  oleh pandangan-pandangan dari paham penganut aliran idealisme ...