Langsung ke konten utama

filsafat pendidikan dan pendekatan filsafat



Filsafat dan pendekatan filsafat
Nama :Nilayanti
NIM    :1614040023

Filsafat pendidikan
           Filsafat dapat di artikan berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan skap skeptis yang mempertanyakan segalah hal.
           Pendidikan dalam hal ini, usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dan lingkungan
          Terkait dengan logika, yaitu: logika formal yang dibangun atas prinsip koherensi, dan logika dealektis dabangun atas prinsip menerimah dan membolehkan kontradiksi. Dalam hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam sampai ke akar-akarnya mengenai pendidikan

          Dalam materi ini kata membahas tentang keadaan pendidikan di dalam Indonesia, yang terjadi Indonesia bukan pembangunan pendidikan, melainkan perenopasian pendidikan.
          Berbicara tentang pendidikan di Indonesia dalam filsafat, tidak akan lepas dalam pemikiran kritis.karena keterbatasan ekonomi banyak yang menghambat segala ke inginan penerus bangsa. Biaya pendidikan yang melambubg tinggi membuat anak-anak perekonomiannya kurang baik memiliki nasib yang kurang beruntung di karenakan mereka harus putus sekolah dan bekerja untuk membantu orang tua mereka. Hal ini adalah masalah besar yang di hadapi  Indonesia, karena banyaknya orang-orang yang mementingkan diri mereka sendiri.
            Banyaknya aspek-aspek yang membuat terjadinya masalah di Indonesia yaitu:
· Korupsi
Dalam arti ini “korupsi” adalah orang-orang yang mengambil hak seseorang demi kepentingan mereka sendiri dan tanpa memerhatikan orang-orang yang ada di sekitar mereka. Mereka hanya melihat seseorang dari segi pandang yang satu, membuat mereka bahagiah dalam sendirinya.
· Pendidikan
Dalam hal ini “pendidikan” dikatakan tidak terlalu memadahi penerus bangsa, karna banyaknya penyalahgunaan pasilitas yang sepantasnya bagi anak-anak. Karena banyaknya orang-orang yang lebih mementimgkan diri semdiri daripada hak seseorang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK ALAMIAH, SOSIAL DAN INDIVIDU

Nama   : Nurhanisma Baharuddin NIM     : 1614040003 Kelas    : pendidikan biologi A MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK ALAMIAH, SOSIAL DAN INDIVIDU             Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melalui medium kehidupan sosial. Manusia disebut juga insan. Dalam bahasa arab, berasal dari kata nasiyayang berarti lupa dan jika di lihat dari kata dasar dari al-uns yang berarti jinak. Kata insan dipakai untuk menyebut manusia, karena manusia memiliki sifat lupa dan jinak artinya manusia selalu menyesuaikan diri dengan keadaann yang baru di sekitarnya. Hal yang paling membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah akal. Seperti ya...

Catatan kuliah 4 (Aliran Esensialisme Dalam Pendidikan)

Isra Shafira Amyani NIM : 1614041005 Pend. Biologi A Aliran Esensialisme Dalam Pendidikan Pengertian Esensialisme               Secara etimologi esensialisme berasal dari bahasa Inggris yakni   essential   (inti atau pokok dari sesuatu), dan   isme   berarti aliran, mazhab atau paham .   Menurut Brameld bahwa esensialisme ialah aliran yang lahir dari perkawinan dua aliran dalam filsafat yakni idealism dan realism.   Sedangkan menurut Kamus Bahasa Indonesia Kata esensialisme terdiri dari dua kata yaitu   esensi   berarti hakiakat, inti, dasar. Dan ditambahkan menjadi   esensial   yang berarti sangat perlu, sangat berpengaruh. Esensialisme didasari atas pandangan humanisme yang merupakan reaksi terhadap hidup yang mengarah pada keduniawian, serba ilmiah dan materialistik. Selain itu juga diwarnai  oleh pandangan-pandangan dari paham penganut aliran idealisme ...

Resume: Hakikat manusia sebagai makhluk alamiah dan makhluk social

Nama : Suhardi Aldi Nim     : 1614042011 Hakikat manusia sebagai makhluk alamiah dan makhluk social 1.     Pendidikan kegiatan khas manusia. 2.     Anak didik (manusia) komponen sentral dalam sistem pendidikan. 3.     Konsep pandangan guru tentang hakikat anak, menentukan strategi praktek pendidikannya. 4.     Pandangan yang benar dan jelas tentang hakekat anak akan terhindar dari akses dampak negative      perkembangan iptek yang pesat. Manusia bisa di didik dan manusia Animal (educandum) yang butuh pendidikan (Animal Educable). Berbeda dengan hewan, yang hanya bisa dilatih namun tidak bisa di didik. Oleh karena itu manusia harus memerlukan pendidikan untuk menjadi manusia, inilah esensi untuk memanusiakan manusia. A. Lapisan perilaku makhluk :   An organis (tunduk pada hukum alam) dan organis, dikuasai oleh hukum alam dan hukum sebab   akibat. Tidak ada yang mampu mengalahk...